Pengalaman Memakai Grab Car di Bali

21:59 Traveling Precils 52 Comments


Disclaimer:
Cerita ini berdasarkan pengalaman kami ke Bali tanggal 5-6 Maret 2016. Kebijakan operasional Grab atau tarif mungkin berbeda di lain waktu. Cerita ini tidak disponsori oleh Grab, kami membayar sendiri semua pengeluaran kami :)

Ketika keluarga saya dan keluarga adik saya, @diladol, akhirnya memutuskan ke Bali bareng, kami mulai kasak-kusuk mengusahakan transportasi selama kami di sana. Enaknya gimana? Sewa mobil, sewa motor, naik taksi, pakai Uber, atau pakai Grab? Tadinya adik saya sekeluarga (anaknya baru satu, ponakan saya K yang keren, umur 2 tahun) mau sewa motor saja. Sementara dari bandara ke hotel mau numpang saya naik Uber, karena kabarnya Grab Car dilarang beroperasi di bandara Ngurah Rai.


Saya tadinya mau menyewa mobil. Browsing di internet dan nanya teman, sewa mobil selama 12 jam termasuk sopir dan bensin Rp 500 ribu. Tapi setelah saya pikir-pikir, rencana kami kan nggak mau keliling ke mana-mana, cuma mau ngendon di hotel aja, jadinya sewa mobil bakalan mubazir. Sayang uangnya. Fyi, meski liburan bareng, saya dan adik saya menginap di tempat berbeda. Adik saya di hotel bintang 3 di Kuta, sementara saya dan precils di hotel bintang 5 di Canggu. Yah, sesuai tingkat kesejahteraan lah, hahaha. Menjelang hari H, ponakan K malah sakit flu, jadinya mereka memutuskan nggak jadi sewa sepeda motor. Kami putuskan mau coba pakai Uber dan Grab Car aja, sambil lihat nanti di lapangan kayak apa.

Keluarga kami mendarat di Ngurah Rai airport lebih dulu dari keluarga Dila. Ya kan Surabaya lebih dekat dari Jogja :p Sembari menunggu Dila cs, saya iseng bertanya tarif transfer dari bandara di gerai Golden Bird yang ada di area kedatangan domestik. Tarif Golden Bird ke Kuta 200 ribu, dengan mobil Avanza, jadi muat untuk kami bertujuh. Oke deh, saya cek toko sebelah dulu ya, hehe.

Setelah kami semua ngumpul, saya sudah siap-siap pakai Uber, tapi saya ragu karena di apps saya tidak bisa memilih jenis mobil. Nanti kalau dapatnya mobil kecil bagaimana? Nggak muat untuk 4 dewasa dan 3 anak. Lalu Si Ayah mencoba pesan taksi bandara di booth resmi, dekat pintu keluar. Katanya tarif dari airport ke Hotel Gemini Star di Kuta 110 ribu. Glek! Itu pun untuk mobil sedan biasa yang cuma muat berempat. Walah, mihil bingits. Mana bapaknya yang jaga galak banget. Ini gimana mau laku ya taksinya? Ketika kami masih berunding, dia teriak-teriak, "JADI PESEN APA NGGAK? KALIAN MENGHALANGI ANTREAN!" Padahal nggak ada orang di belakang rombongan kami. Good bye lah, belum juga naik taksi udah dimarah-marahi.

Akhirnya adik saya yang pintar, cekatan dan tidak sombong mencoba membuka app Grab. Aplikasi ini sama dengan app Grab Taxi di kota lain, bisa diunduh di iOS atau android. Begitu dibuka, app ini langsung tahu posisi kita. Bagian pick-up langsung terisi Ngurah Rai Airport (DPS). Tinggal memasukkan drop-off, ke mana kita ingin diantar. Adik saya memasukkan Hotel Gemini Star dan memang langsung bener lokasinya di daerah Gg Poppies II Kuta sana. Begitu lengkap pick-up dan drop-off nya, langsung kelihatan kisaran tarifnya berapa. Di app muncul Rp 25K, dari airport ke Kuta. Setelah klik "Book GrabCar" si app ini akan tuing-tuing mencarikan driver untuk kita. Gak sampai semenit langsung dapat. Begitu dapat, Dila bersorak dan langsung menelepon Pak Driver. Ternyata mobil Pak Sopir ini sudah ada di bandara, dia memberi tahu agar kami menuju ke bagian keberangkatan domestik. Mobilnya APV warna putih, nomor polisinya sudah kelihatan di app. Rombongan kami bergegas berjalan ke departure. Begitu melihat mobil APV Pak-nya, kami melambai dan mobil menepi di tempat drop off keberangkatan. Pak-nya menyapa dengan ramah. Alhamdulillah kami bertujuh muat di mobil APV yang lapang dan bersih ini. To Kuta we go!




"Untung aku tadi nyoba Grab ya," kata Dila dengan bangga. Ternyata Grab Car tetap bisa dipesan dari bandara, padahal dari berita dan blog yang saya baca, Grab dilarang beroperasi di bandara. Tapi pantas saja kalau taksi bandara merasa terancam dengan keberadaan Grab, mereka tidak bisa seenaknya sendiri melipatgandakan tarif. Saya selalu merasa dirampok dengan layanan taksi bandara. Selain kenaikan harganya sangat tidak wajar, pelayanannya pun buruk. Meski sudah membeli kupon di gerai resmi, sampai tempat tujuan masih dipalak oleh sopir. Ini terjadi tidak hanya di bandara Bali. Pinter banget ya cara Angkasa Pura menyambut turis? :|

Sementara dengan Grab Car, tarif dihitung per-kilometer, tidak terpengaruh dengan macetnya jalan. Sebelum naik, kita diberi kisaran tarif. Setelah sampai di tujuan pun, tarif tidak banyak berubah, dan driver tidak meminta uang lebih.

Dari bandara ke Kuta, kami bertujuh hanya diminta membayar 27 ribu. Murah banget kan hitungannya? Tentu kami memberi tip ke driver yang menyelamatkan kami dari taksi bandara yang overprice dan pelayanannya kasar.

Selanjutnya, saya memakai jasa Grab Car terus selama di Bali. Dari hotel Gemini Star di Kuta menuju Hotel Tugu di Canggu, saya cukup membayar 66 ribu, dengan lama perjalanan satu jam. Tentu saya memberi tip ke driver. Di rute ini, mobil yang kami naiki Avanza, masih cukup baru, bersih dan wangi. Driver ramah dan tidak banyak bicara, namun cukup pandai melewati jalan-jalan sempit di Bali, bahkan melewati jalan tembus berupa pematang sawah berkonblok menuju Canggu.

Dari Hotel Tugu sampai ke Potato Head di Seminyak, kami diantar mobil hotel. Sementara dari Seminyak ke bandara, kami kembali memakai Grab Car. Biayanya hanya 56 ribu. Kalau dihitung-hitung, total pengeluaran kami untuk Grab Car jelas lebih murah daripada kalau sewa mobil harian.

 

Di banyak tempat, saya melihat spanduk-spanduk yang menolak Grab Car dan Uber. Ada beberapa tempat yang melarang Grab dan Uber mengambil penumpang, meski mereka boleh menurunkan penumpang yang naik dari lokasi lain. Ketika saya memesan Grab di Potato Head, drivernya meminta agar tidak menyebutkan kalau dijemput Grab. Ya tinggal bilang aja dijemput driver sih, emang bener kan? Tapi nggak ada yang nanya juga :D Lagipula Grab Car nggak bisa dideteksi karena memang memakai mobil biasa.

Saya sendiri sebagai konsumen, sangat puas dan terbantu dengan adanya Grab Car. Tarifnya lebih murah dan pasti, bisa muat untuk keluarga atau rombongan, dan pelayanannya cukup bagus. Sekarang konsumen memang semakin punya pilihan, sudah waktunya perusahaan yang mengutamakan layanan ke penumpang yang menang.

Kalau kalian gimana, pakai transportasi apa selama di Bali? Ada yang punya pengalaman naik Grab Car atau Uber di Bali? Tulis di komentar ya ^_^

~ The Emak


You Might Also Like

52 comments:

  1. Terimakasih infonya mba. Rencana besok mau kebali, jd nga perlu sewa mobil. Naik grab lebih murah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama. Senang bisa membantu.

      Delete
    2. Rencana awal Juni besok saya mw ke bali 3 hari. Denger2 kalo Grab itu gak boleh masuk bandara yaa.... Saya baca2 taxi bandara disana mahal,dan saya landing itu jam 4 sore trus mau ke Jimbaran lanjut ke Erlangga. kalo pake mobil rental itungannya /6jam 300rb.Mikir2 bwt biaya transport segitu. Saya niatny mw pake grab car, kira2 ada dan bisa gak ya yg dibandara??

      Delete
  2. infonya sangat membantu mbak. Lain kali saya ke bali mau cobain aplikasi grab. Sudah saatnya sebagai pelanggan kita menikmati tarif yang PASTI dan WAJAR.

    ReplyDelete
  3. KALAU DARI BANDARA KE UBUD KIRA2 NAIK GRAB CAR KENA BERAPA YA BIAYANYA

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kurang tahu ya. Bisa dicoba dimasukkan di app-nya. Ntar ketahuan kira2 kena berapa.

      Delete
    2. Kalo travelingnya cuma sendiri, bisa beli tiket kura2 bus yang 1 day pass. 150 rb. Poolnya dari mal bali galeria

      Delete
  4. untung nemu postingan ini, my saviour huehe.. peak season kayak sekarang taksi pada naik parah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Moga-moga Grab nggak di-banned di Bali. Mending pajak utk taksinya yg dikurangin biar tarif juga turun dan bisa bersaing dengan sehat.

      Delete
  5. Taxi di bali menjengkelkan semua, gw kmrn naik gojek karna sendirian hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Kak, semakin ada saingan gak malah jadi lebih baik tapi lebih marah. Semakin ditinggal lah. Kasihan juga tapi trus gimana, sebagai penumpang pengen dilayani dengan baik, dan gak bayar mahal tentunya.

      Delete
  6. jadi pengen coba taksian pakai grab

    ReplyDelete
  7. belum pernah pakai jasa ni min, klau ada mau juga coba

    ReplyDelete
  8. reza dest4.4.16

    makasih infonya mba, very usefull for traveller. :) :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama-sama. terima kasih sudah berkunjung ke blog Traveling Precils.

      Delete
  9. Thanks kak infonya, very helpful ^^

    ReplyDelete
  10. Grab car da best!!! grabbikenya juga bagus. :D

    VONNYDU

    ReplyDelete
    Replies
    1. Belum pernah pakai Grab Bike. Sama ya dengan Gojek?

      Delete
  11. Saya juga dibali kemana2 pake grab. Hemat benget dan nyaman, drivernya ga ada yg ngebut2an di jalan. ����

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sip lah. Moga2 kualitas pelayanan gak menurun.

      Delete
  12. Mantabs. Artikelnya sangat bermanfaat. Bisa dijadikan refrensi untuk sarana transportasi di Bali. Salam Kenal Dari Rental Mobil Malang Telkomsel 0821 41 555 123

    ReplyDelete
  13. such a nice post, LIKE it.....
    please visit us here -

    There are many exciting new deals and Macau Local Tour Guides Limo Bus Rentals offers coming up with the portal which is making it best enough for many tourists. The best of deals and facilities all coming up here makes it genuinely good enough for Macau Ferry Hotel Tickets Flights Packages use. Register with the portal and start using it for booking of hotel as well flight ticket purchase.

    ReplyDelete
  14. Tgl 1-3 April kemaren jg abis dri Bali. Ngajakin jagoan kecil liburan, sbenernya pgen nyobain uber/grab tp sayangnya klo ke Bali selatan banyak yg ngelarang transport online masuk..
    Kan ga lucu gtu bisa dateng ga bisa pulang.. Akhirnya nyewa Mobil (sopir+bbm) kena 400k/hari

    ReplyDelete
  15. Blognya keren penuh dengan tips tips bermanfaat.. Add bookmark buat travelingprecils, siapa tau bisa traveling bareng!! 😊.

    ReplyDelete
  16. Thanks ya Mbak, infonya sangat lengkap dan sangat berguna.

    ReplyDelete
  17. "saya sudah siap-siap pakai Uber, tapi saya ragu karena di apps saya tidak bisa memilih jenis mobil."

    Bukannya sama aja ya mba apps Uber dengan Grab Car dalam hal pilihan jenis mobil? Kalo sudah order dan muncul nama drivernya kan kelihatan nopol & jenis mobilnya. Kalo gak sesuai dengan jenis mobil yang kita cari, langsung cancel trus order yang baru lagi kan? Saya sering pakai Uber karena lebih murah dari Grab. Tapi kadang kalo Uber lagi higher price, saya cek harga Grab di jam itu. Kalo lebih murah, ambil Grab deh :P

    ReplyDelete
  18. lega rasanya setelah baca postingan ini, hhehe rencana mei awal saya mau HM d bali, semept bingung mau sewa mtr / mobil utk ktmpt" wisata, yasudah yakin dg grabbike pas baca postingan ini hehe ,tks yaa :-)

    ReplyDelete
  19. Sangat membantu info nya....Tksss ya..

    ReplyDelete
  20. Thanks infonya sangat membantu:) oh ia mau tanya, kira2 grab car masi ada tidak ya sekarang ini di bali? saya dan keluarga mau ke bali tanggal 1 mei. Kalau ada yang tau bisa info kan ke saya.
    Terima kasih

    ReplyDelete
  21. iya.. sama saya juga awal mei 2016 rencana mau ke bali dan pengen coba pake grabcar dari bandara ngurah rai ke daerah kuta.. masih beroperasi kan ya grabcar nya ? soalnya saya baca-baca beritanya kok uda dilarang katanya.. jadi bingung.. Mohon Infonya yang tau yaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya Grab & Uber sudah dilarang beroperasi, tapi mereka sembunyi2. Kalau Gojek masih bebas, kurang tau dengan Go-Car nya karena mereka baru beroperasi di Bali

      Delete
    2. udah ke bali mbak? ada apa ga grab car nya?

      Delete
  22. tq for your posting.

    ReplyDelete
  23. Sepengetahuan saya selama di bali,bekerja di bali lebih tepatnya, keberadaan grab,gojek,gocar,uber sebenarnya sangat membantu para wisatawan yang sedang berlibur,sy pun setuju dgn tarif murah mendapatkan pelayanan baik, akan tetapi seperti beberapa koment diatas memang banyak larangan masuk bagi mereka bernaung di usaha transportasi online tersebut..hal ini mungkin dikarenakan setiap angkutan dibali terutama "pariwisata" nya apabila ingin bergabung dengan usaha tersebut harus mengurus izin2 operasional dari dinas perhubungan,kopkar,yang tentunya membutuhkan biaya yg ckup besar ambil contoh : sebuah mobil a**nza yg ingin bergabung menjadi angkutan pariwisata harus mendaftar izin ke dishub rentan biaya antara 6-7 jt/ itupun setiap tahun harus di perpanjang,blm lagi setiap 6 bulan sekali mereka harus melakukan KIR,belum lagi samsat tahunan. sedangkan angkutan online status nya hanya mobil pribadi yg hy melakukan samsat setahun sekali.mngkn dari hal ini lah ketimpangan nya terjadi..harus ada MEKANISME yg jelas dan sekali lagi tidak semua angkutan pariwisata konvensional di bali itu "MAHAL & PELAYANAN TIDAK BAIK " semoga informasi ini dapat bermanfaat.

    ReplyDelete
  24. Anonymous17.6.16

    Hai....tgl 20 juni ini sy brgkat ke bali...
    Uber dan grabnya msh ada kan ya ?
    Soalnya biasa di jakarta msh bebas ..kalo di bali aku msh bingung....
    Mohon infonya...

    Thanksssss.....

    ReplyDelete
  25. kemajuan teknologi yang tidak bisa di bendung :)

    ReplyDelete
  26. Mohon info jika ada yg punya contact utk rental motor harian di daerah legian. Tks

    ReplyDelete
  27. Taxi bandara dr ngurah rai ke seminya 175 rebu. Ettdah AC nya juga panas

    ReplyDelete
  28. bagi yg butuh sewa motor/mobil bisa mampir di jokamtravel.com

    ReplyDelete
  29. Sangat bermanfaat sekali ☺☺☺

    ReplyDelete
  30. Supperrr infonya, pas banget lagi nyari transport murah ke bandara. Thanks

    ReplyDelete
  31. sama mbak saya juga begitu datang di area kedatangan domestik bandara ngurahrai langsung belok kiri ke arah keberangkatan dari situ menuju kuta menggunakan taksi bb yang harganaya di kisaran 30-40 ribu

    ReplyDelete
  32. Hai2,boleh dong ikutan komen,hehehe
    Àku janjian sm temenku di Bali,dia dr Aussie aku dr Jkt. Aku sampe duluan di Bali, dan pengalamanku :
    1. Dari terminal domestik mudah menemukan arah Indomaret/Solaria dan kita tinggal rajin2 menelepon supir Grabnya utk janjian di spot yg aman bagi dia.
    2. Aku naik GOJEK dari hotel ke Gusto Gelato dan ke Denpasar. GoJEK sangat ramah sopan dan aku bbrp kali order GoFood juga di hotel kalau malas keluar lagi sore atau malam,GoFood juga memuaskan.
    3. Temanku dtg dari terminal Internasional,nah disini pakai Grab tapi supirnya kurang ramah, gak mau tau pokoknya nunggu di spot yang kita buta gak tau jalannya kemana. Mana temanku itu masih jet lag,bawa koper besar dan temanku juga gemuk jadi kita jalan jauh sekali bolak balik telepon terus berkali2 sama supir Grabnya,supir Grabnya gak mau tau pokoknya dia kirim whatssap isinya location Google maps yang aku juga ga tau tepatnya dimana spot dia nunggu. Kesel banget. Keselnya nambah ketika temenku terlanjur bertanya ke pihak taksi bandara berapa tarif menuju Kuta. Alhasil kami diikuti sepanjang kami berjalan bolak balik dan kami ketakutan bahwa mereka akan tau kita sedang pesan Grab.
    4. Utk daerah2 yg masuk2 agak dalam macam Jimbaran,naiklah Uber. Uber bisa menunggu dengan tarif resmi 24ribu per jam (ini pengalamanku). Pulangnya,bisa sekalian mampir INDOMARET beli pulsa dan air mineral.
    5. Aku pulang duluan dr Bali,pesan Grab ke Krisna. Padahal sudah sekalian bawa koper dr hotel. Untung supir Grabnya pas dpt yg baik sekali jadi aku minta untuk sekalian antar ke tempat oleh2 lain dan ke indomaret serta ke bandara. Dia setuju,ternyata semua hanya dekat2 banget dengan bandara tapi krn dia baik sekali aku kasih tambahan 50ribu.
    6. Intinya semua Gojek Grab uber yg baik pasti seneng kalo kita juga berbaik hati beri tip ke mereka. Sering2 sekalian kujadikan langganan dan mereka langsung pakai tarif mereka sendiri,yang gak terlalu jauh juga dr harga aplikasi,intinya mereka jauh lebih sopan dan tidak memaksa macam preman taksi bandara.
    Mudah2an shareku berguna yaaa...love all Gojek Grab dan Uber deh pokoknyaaaaa muahhhhhh xx

    ReplyDelete
  33. Saya juga punya pengalaman yg kurang enak ttg transport di bali. Tapi untung nya di hari kedua di bali dapat rental murah yang berkualitas. Mudah2an bs menjadi referensi bagi temen2 yang melakukan perjalanan di bali. http://www.rentcar-dibali.blogspot.com/2016/01/harga-rental-mobil-di-bali.html

    ReplyDelete
  34. Makasih buat informasinya,
    Karena Okt-nov besok mau ke bali,
    Sibuk searching2 informasi biar gak buta informasi,
    Jadi sangat membantu sekali postingan nya

    ReplyDelete
  35. Wah bestnye naik grab, lepas ini nggak perlu pakai travel agent lagi bisa kapan wisata sendiri ~

    ReplyDelete
  36. Artikel anda sangat menarik, apalagi anda disini sebagai konsumen atau orang yg menggunakan jasa GRAB atau UBER. Konsumen pasti berpikir GRAB atau UBER sangat jenius bisa memberikan harga murah buat konsumenya.
    Tapi konsumen tidak salah. Sikap konsumen yg demikian masih NATURAL. Emang begitu hukum ekonomi.
    Tapi Buat saya sebagai pekerja transport di bali haraga yang diberikan oleh GRAB atau UBER adalan UNATURAl, Harga yg tidak wajar. Harga ditetapkan di bawah cost produksi.
    Kami di Bali mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk bisa mendapatkan ijin anggutan wista resmi.

    ReplyDelete
  37. Wah...jadi senang lihat postingan ini...grab jadi terkenal...sip lah pokok nya...bagi yang punya rencana tour ke bali bisa call saya 081338821975. Di jamin harga bersahabat. Dan langsung saya jemput di bandara. Suksma postingan nya.

    ReplyDelete
  38. kalau seandainya tiba di bali jam 00.40 WITA ,
    Apakah masih ada Grab / uber disana ??

    Mohon info nya :)
    Soalnya Besok berangkat , TQ

    ReplyDelete