Tips Berburu Oleh-Oleh di Paddy's Market Sydney

12:34 Traveling Precils 16 Comments

Gedung Paddy's Market di Haymarket. Foto oleh Radityo Widiatmojo.
Di Australia, kalau ada teman yang berangkat jalan-jalan, kami biasanya bilang, "Save journey and have a great holiday." Sementara di Indonesia, kalimat yang biasa kita dengar adalah: "Jangan lupa oleh-oleh ya." :D

Tidak bisa dipungkiri, di Indonesia, budaya memberi oleh-oleh adalah urusan serius. Kalau pulang liburan dengan tangan kosong, bisa-bisa dianggap orang sombong, pelit, nggak sopan, nggak mensyukuri nikmat dll. Haha, kebablasan ya? Untungnya, di Sydney ada tempat belanja oleh-oleh yang cheap and cheerful, harganya gak bikin kantong bolong dan yang nerima juga senang dapat sesuatu dari Sydney, meskipun hampir pasti barang-barang ini buatan China :p

Pastikan berkunjung ke Paddy's Market di Chinatown untuk berbelanja oleh-oleh khas Sydney untuk orang sekampung atau minimal untuk diri sendiri. Di Sydney, ada dua Paddy's Market, satu di tengah kota (Chinatown) dan satu lagi di pinggiran (Flemington). Yang saya bahas di sini adalah yang di Chinatown karena lokasinya lebih terjangkau untuk turis yang jalan-jalan ke Sydney. 

Paddy's Market adalah pasar tradisional yang letaknya di lantai dasar mal: Market City. Biar tidak bingung, saya perjelas: Paddy's Market adalah nama pasarnya, Market City adalah nama bangunan tempat pasar ini berada (hanya di lantai bawah), Haymarket adalah nama suburb/distrik tempat bangunan ini berada, Chinatown adalah sebutan lain (nama populer) Haymarket karena memang di suburb ini banyak bermukim imigran dari China. Paddy's Market atau biasa disingkat "Paddy's" saja, letaknya sangat strategis, hanya 10 menit jalan kaki santai dari stasiun central atau 10 menit jalan kaki dari Darling Harbour. Bagi yang tinggalnya di daerah Haymarket, pasar ini cuma 5 menit jalan kaki. Yang tinggalnya di hotel di daerah kota, bisa naik kendaraan umum ke sini. Masing-masing bis kota gratis warna hijau (free shuttle bus), monorail dan lightrail (trem) punya halte yang berhenti di Paddy's. Pastikan meminta sopir atau kondektur untuk diturunkan di Paddy's.

Market City, Mal yang berada di atas Paddy's buka tiap hari. Sementara Paddy's Market buka mulai Rabu sampai Minggu, jam 9 pagi sampai 5 sore. Senin dan Selasa tutup, kecuali kalau ada libur nasional. Perhatikan jam buka ini agar tidak kecele. Di akhir pekan, biasanya pasar ini ramai sekali. Kalau ingin berbelanja pas pasar sepi, datanglah hari Rabu atau berbelanjalah pagi-pagi.

Meskipun judulnya pasar tradisional, Paddy's cukup nyaman, bersih dan rapi. Jarak antar lapak cukup lebar sehingga enak untuk jalan dan melihat-lihat. Ada banyak tempat sampah di berbagai sudut dan ada toilet bersih yang nyaman digunakan. Pasar ini terbagi menjadi dua bagian: pasar basah tempat menjual sayur/buah dan lapak-lapak yang menjual suvenir, fesyen, aksesoris, mainan, snack dan benda apapun yang bisa kamu bayangkan :) Kalau ingin sekalian belanja sayur dan buah segar, lebih baik belanja sore hari. Menjelang pasar tutup jam 5 sore, harga barang-barang segar ini diturunkan, banyak yang diobral satu dolaran.

Pintu masuk utama Paddy's
Lapak souvenir langganan kami
Sebelum berbelanja, tolong terima kenyataan bahwa sebagian besar suvenir di Paddy's ini buatan China :) Kalau ingin suvenir made in Australia, berbelanjalah di The Rock Market, Paddington Market, QVB Shop atau Ken Done Store. Ada sih satu lapak yang menjual barang-barang kerajinan suku Aborijin, antara lain lukisan di kain, tas, kaos, topi dan aneka barang lainnya. Setiap barang di sini otentik, ada sertifikat dari seniman Aborijin-nya, dan mereka mendapat royalti untuk setiap karya yang dibeli. Saya pernah mengajak Ibu saya ke lapak yang menurut saya cukup bagus ini. Tapi akhirnya Ibu urung membeli karena barang-barangnya 'cuma' seperti batik di Indonesia :D Selera orang memang beda-beda :)

Ada dua macam lapak suvenir di Paddy's: satu yang menjual kaos dan jaket dan satu jenis lagi yang menjual berbagai suvenir seperti gantungan kunci, tas, topi, dompet dll. Lapak-lapak ini banyak sekali jumlahnya dan rata-rata harganya sama. Saya punya dua lapak langganan: lapak suvenir milik sepasang Bapak Ibu China yang ramah banget dan lapak kaos milik Ibu China/Malaysia dengan pegawai yang bisa berbahasa Indonesia, yay! Bagaimana ceritanya dua lapak ini bisa menjadi langganan saya? Dua tahun pertama di Sydney, saya berpindah-pindah lapak kalau berbelanja di Paddy's. Sering saya menemukan penjual yang judes, yang marah kalau ditawar atau ngomel-ngomel nggak jelas kalau kita urung membeli. Sebagian besar pemilik lapak adalah orang-orang China yang kadang tidak bisa berbahasa Inggris, sehingga komunikasi hanya terbatas pada barang ini harganya berapa, dengan menunjukkan jari-jari kita :p Sampai akhirnya saya menemukan Bapak Ibu penjaga lapak suvenir yang murah senyum ini, yang tetap tersenyum walau ditawar dan kadang memberi diskon kalau kita belanja banyak. Sementara lapak kaos dengan mbak penjaga berbahasa Indonesia ini, tentu menjadi favorit saya karena lebih mudah nawarnya, daripada harus bersilat lidah dalam bahasa Inggris atau bahasa isyarat :)

Harga barang-barang di Paddy's rata-rata sama dan harganya pas. Kita masih bisa nawar sih, tapi rata-rata penjual hanya mau memberikan potongan lagi kalau kita belanja lumayan banyak. Biasanya barang-barang dijual bukan dengan harga satuan, tapi dengan paket. Jangan salah, kalau kita mendengar harga "3 for 5" artinya lima dolar dapat tiga, bukan tiga dolar dapat lima. Kadang orang Indonesia salah mengartikan ini karena lupa membalik arti kata dalam bahasa Inggris. Tas-tas kecil atau dompet pensil koala harganya 3 for $5. Topi dan tas belanja besar biasanya 4 for $10 (sepuluh dolar dapat empat). Gantungan kunci metal biasanya satu dolaran. Kaos oblong tanpa kerah rata-rata harganya 3 for $20 (dua puluh dolar dapat tiga). Ada juga gantungan kunci 'spesial' untuk 'teman kita' yang tiba-tiba sok dekat dan minta oleh-oleh: gantungan kunci koala seharga $2,5 yang isinya satu lusin. Beli 4 lusin seharga $10 sudah bisa untuk orang sekampung :p

Jangan lupa membawa catatan siapa saja yang akan dibelikan oleh-oleh. Gawat banget kalau sampai ada yang kelewatan. Catatan ini juga membantu kita untuk 'fokus' dan nggak melebar beli barang-barang lucu lainnya. Ibu, Budhe dan Tante saya yang sudah bawa catatan saja sampai tiga kali ke sini karena merasa ada saja yang kurang, apalagi yang nggak pakai catatan. Siapkan juga uang cash yang cukup untuk berbelanja di sini, hanya sedikit yang menerima pembayaran dengan debit (eftpos) atau kartu kredit. Biasanya diskon juga diberikan untuk yang membayar dengan uang cash. Kalau beli oleh-oleh untuk orang sekampung, kira-kira perlu $200-an. Tapi kalau hanya beli untuk diri sendiri atau keluarga kecil saja, $50 sudah cukup.

Lapak kaos langganan. Mbak yang sebelah kanan bisa bahasa Indonesia :)
Lapak mainan warna-warni dari kayu favorit The Precils.
Saya punya tips berbelanja untuk keluarga yang membawa precils. Terus terang saja, nggak ada anak kecil yang suka diajak berbelanja Emaknya yang lama milih-milih barang yang sama :p Coba bujuk mereka dengan membelikan satu mainan atau barang yang bisa mereka pilih sendiri. Di dekat lapak kaos langganan saya tadi ada lapak mainan dari kayu yang warna-warni. 'Titipkan' anak-anak (dan Bapaknya) di lapak ini sementara kita menawar kaos. Mbak penjaga mainan ini sangat ramah dan nggak jutek walaupun kita hanya lihat-lihat. Harga mainan ini juga ada yang murah, mulai $1.

Kalau nggak mempan dibujuk dengan dibelikan mainan, suruh si Bapak untuk membawa anak-anak menghirup udara segar dan melihat burung di pelataran Entertaintment Centre di seberang Paddy's. Lapak suvenir langganan saya terletak di dekat pintu masuk Paddy's yang dekat dengan stasiun monorail. Di seberangnya ada pelataran luas cukup untuk Si Kecil berlarian mengejar burung-burung. Peringatan: sebelahnya lagi ada Mc Donald :p

Yang hobi belanja, kegiatan berburu oleh-oleh ini tentu mengasyikkan dan menjadi 'alasan mulia' untuk shopping :) Masalahnya, bagasi kita tentu terbatas. Kalau memang tujuan utama jalan-jalan untuk berbelanja, perlu memikirkan ruang kosong untuk tempat oleh-oleh ini. Jangan sampai asyiknya jalan-jalan dirusak dengan dilema minimnya jatah bagasi dan perasaan bersalah tidak memberi oleh-oleh.

Saya sendiri tidak pernah meminta oleh-oleh (atau bahasa halusnya nitip) dari teman yang pergi berlibur. Mereka udah direpotkan oleh packing, jangan terbebani dengan urusan oleh-oleh ini. Dan terakhir, siapa sih kita meminta oleh-oleh? Biasanya 'oleh-oleh' yang saya minta adalah cerita dan pengalaman mereka, siapa tahu nanti kami berkesempatan jalan-jalan ke sana juga dan membeli sendiri souvenir yang kita inginkan. 

Saya doakan orang-orang yang masih banci oleh-oleh diberi kesempatan untuk jalan-jalan sendiri sehingga bisa beli souvenir sendiri. Amini doa saya ya :)

~ The Emak

PS: Baca juga tip belanja barang-barang branded di sini.

You Might Also Like

16 comments:

  1. Wah, kalo si pacar ga pernah mau repot ke Paddy's. Padahal apartemennya di Haymarket. Tiap mudik oleh2nya pasti Tim Tam berbagai rasa + sekresek kartu pos gratisan (Avant Card). Begitu setiap tahun :p

    ReplyDelete
  2. @Titish emang kayaknya orang lokal males ke pasar ini. makanya isinya orang Indonesia dan Malaysia semua, hehe. Lumayan tuh dpt TimTam dan kartupos gratisan.

    ReplyDelete
  3. Hai Mba...Salam kenal ya...Tulisannya informatif banged. Insya Allah saya dg rombongan kntr akan ke Sydney pertengahan Mei ini (hanya 5 hari). Btw...kira-kira cuaca pertengahan Mei spt apa ya Mba...Denger2 berangin ya? Kebetulan aku juga sedang 6,5 bulan saat berlibur nanti, mgkn ada bbrp tips travelling dari Mba buat bumil yg satu ini.
    Thanks in advance.
    Dian di Jakarta (mybelovedpal@yahoo.com)

    ReplyDelete
  4. Halo Dian. makasih udah mampir ke blog ini.
    Pertengahan Mei berarti akhir musim gugur, cuaca udah mulai dingin, sekitar 15-18 C. Kalau anginnya gak mesti ya, angin2an banget cuaca sekarang.
    Coba cek ramalan cuaca di http://www.bom.gov.au/nsw/forecasts/sydney.shtml sekitar seminggu menjelang berangkat.
    Saranku utk bumil, pake sepatu nyaman krn di sini banyak jalan kakinya. Trus bawa air putih dlm botol kemanapun pergi, soalnya kalau beli di jalan mahal harganya, sementara kalo udah punya botol tinggal isi ulang di kran. Kalo makanan, hindari seafood mentah dan keju lunak spt blue cheese yg populer di sini. Lha, kok malah jd konsultan bumil :)

    ReplyDelete
  5. Wow...thanks 4 d quick reply...

    Klo mo tanya2 lagi, aku boleh kirim e-mail ke mba aja ya...

    Thanks again:)

    ReplyDelete
  6. @Dian no worries. kirim aja via email ke: travelingprecils[at]gmail[dot]com.
    nanyanya jangan yang susah2 ya :)

    ReplyDelete
  7. terima kasih atas infonya, kemarin saya kesana tapi sebelumnya mampir dulu disini, saya bilangin kemba yang jaga di paddys kalo kiosnya masuk disini, terus minta tolong ucapkan terima kasih tuh...salam :)

    ReplyDelete
  8. @dakocan
    terima kasih kembali :)

    ReplyDelete
  9. Bijo5.9.13

    nyesel juga ga sempat ke sini krn waktunya mepet pas ke Sydney

    ReplyDelete
  10. Wah thx bgt ni di kasih info yg berguna sekali....kbtulan tgl 11 ini suami akan kesana.dan pengalaman pertama kesana.untung ada artikel ini jd ada bimbingan....aku mau tnya toko langganannya nama nya apa ya biar bisa gampang mencari..yg di paddy's market.tq ...

    ReplyDelete
  11. wah musti kesana nih, kebetulan tanggal 30 desember - 2 januari ke sydney dan stay di meriton serviced apartment di campbell street, tinggal jalan kaki kesana. thx buat infonya mbak

    ReplyDelete
  12. Mba kalau di Market Citinya ada barang-barang branded apa aja & kisaran harganya gimana...Makasih sebelumnya

    ReplyDelete
  13. Mba.. Bisa minta arahnya utk langsung menemukan lapak langganan Mba.? Yang ada di gambar atas ?
    Masuknya lewat pintu mana dan patokan nya dekat apa ? Nama toko nya yang mba foto ada kah?
    Trims

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak ada nama toko dan nomor lapak juga kurang jelas. Coba ancer2 ya.
      1. Toko suvenir. Kamu lihat foto paling atas, ada pintu2 di sebelah kiri dan kanan kan? Masuk lewat pintu kanan paling belakang (kira-kira ada di belakang trem/light rail biru di foto itu). Ketika masuk pintu itu, jalan satu blok (5m), tepat di sebelah kirimu ada toko langgananku, di depan lapak kaca mata. Kalau nggak berubah lay out nya ya.

      2. Toko kaos. Cari lapak mainan kayu di tengah2 pasar. hanya ada satu. Lapak kaos ada di seberangnya. Biasanya manggil2 pakai bahasa indonesia kalau ada orang yang tampangnya Indonesia :)

      Kalau nggak ketemu, jangan khawatir, harganya mirip-mirip kok.

      Delete
  14. Anonymous15.8.16

    infox kece mba..september mo ke queensland sekalian mo ke kesinideh nyari ole2

    ReplyDelete
  15. mbak... Makasih banyak buat info2nya yang sangat bermanfaat buat nambah2in pengalaman... btw, rencana kami awal Nopember ini mau ke sana... ada yang hrs diprepare gak ya, tentang cuaca/suhu udaranya gitu, dll... tq

    ReplyDelete