Indrayanti Sang Primadona Gunung Kidul

17:39 Traveling Precils 24 Comments


Pantai Indrayanti alias Pulang Sawal
Sudah lama saya penasaran sama pantai Indrayanti di Gunung Kidul, yang kata orang cantik, bersih dan nyaman untuk jalan-jalan karena ada fasilitas kafe dan restoran untuk leyeh-leyeh sambil memandang laut. Begitu ada kesempatan ke Jogja, saya kasak-kusuk dengan adik saya, Dila, untuk mengatur GK Trip, semalam menginap di pantai ini.

Jalan Menuju Pulang Sawal
Meski lebih dikenal sebagai pantai Indrayanti, sebenarnya nama pantai ini adalah Pantai Pulang Sawal. Dahulu kala disingkat menjadi pantai pulsa :p Tapi karena di pantai ini ada kafe Indrayanti yang terkenal dengan gazebo-gazebo cantiknya, masyarakat lebih suka menggunakan nama ini. Ya sudah, asal dicatat saja, dalam perjalanan menuju pantai ini akan ada papan penunjuk jalan menggunakan nama pantai Pulang Sawal (versi pemda) dan pantai Indrayanti (versi warga lokal). Biar nggak nyasar :)
Pantai ini terletak di kecamatan Tepus kabupaten Gunung Kidul, propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Dari Jogja, kita bisa menggunakan mobil atau sepeda motor menuju Wonosari (ibukota Gunung Kidul). Perjalanan naik gunung ini bisa ditempuh dalam satu sampai satu setengah jam, tergantung padatnya lalu lintas. Setelah memasuki kota Wonosari, kita akan melewati pasar (jalan satu arah), dari sana kita belok kanan melalui Jl. Baron. Ikuti terus Jl. Baron ini sampai nanti ada petunjuk jalan ke kiri, ke arah pantai Pulang Sawal yang searah dengan pantai Sundak, Pok Tunggal dan Siung. Kalau tidak menemukan plang ke arah Pulang Sawal/Indrayanti, ikuti dulu yang ke arah pantai Sundak. Dari Wonosari ke tepi pantai sekitar satu jam. Jalannya beraspal sampai ke parkiran pinggir pantai, meski beberapa ruas jalan sangat sempit dan sulit untuk berpapasan dua mobil.

Yang punya GPS, sila dicatat koordinat pantai Pulang Sawal ini: S8°9'2"   E110°36'44". Untuk memberi perspektif, sila buka peta pantai-pantai yang ada di Gunung Kidul, di link ini. Yang punya smartphone, sila membuka peta di hp masing-masing. Tapi pengalaman kami, hanya sinyal Telkomsel yang bisa sampai pantai, sementara sinyal XL dan Indosat hilang ditelan ombak :)

Kafe dan Restoran Indrayanti
Sunset dilihat dari Pantai Landeng
Kami berangkat jam 2 siang dari Jogja utara dan sampai di pantai Pulang Sawal pukul 4.45 sore. Kami langsung memarkir mobil di dalam area penginapan kami di Griya Pesisir yang letaknya tepat di bibir pantai. Suasana sabtu sore di pantai lumayan ramai. Setelah beres-beres barang bawaan, kami duduk leyeh-leyeh di balkon penginapan lantai dua sambil melihat senja berganti malam. Little A bersama Om dan Tantenya tidak tahan untuk tidak berbasah-basah di pantai, meski saat itu air laut surut sehingga bebatuan nampak di bibir pantai.

Garis pantai Pulang Sawal tidak terlalu panjang, berada di antara bukit kecil di sebelah timur dan batu karang di sebelah barat. Lokasi pantai ini kurang bagus untuk memotret sunset atau sunrise. Begitu langit memerah, Si Ayah berjalan melipir ke barat melewati batu karang. Dia mengambil foto sunset dari pantai tetangga di balik karang: pantai Landeng.

Saya jalan-jalan menyusuri pantai sambil cari makan di kafe Indrayanti. Kafe ini buka sampai malam jam sembilan asal bahan makanan masih ada, hehe. Saya memesan makanan: ikan bakar, filet goreng, tahu, sayur kangkung dll. Total 196 ribu untuk berdelapan. Makanan bisa diantar sampai kamar, kayak room service :) Rasanya tidak istimewa tapi cukup enak. Malam itu kami tidur nyenyak diiringi deburan ombak dan sayup-sayup terdengar lagu dangdut dari arah kampung.


Dreamy Trenggole beach in the morning

Matahari terbit terlihat dari bukit di atas pantai Trenggole
Saya bangun pagi dengan semangat untuk berburu sunrise bersama Si Ayah. Kapan lagi ada kesempatan bisa pacaran berdua? Kami pamit pada ortu dan adik setelah sholat subuh, tak lupa menitipkan anak-anak dan bergegas berjalan ke arah timur, berharap mendapat view yang bagus dari balik bukit. Di balik bukit di sebelah timur pantai Pulang Sawal adalah pantai Trenggole. Pantai ini lebih sepi daripada tetangganya yang lebih terkenal. Kami hanya melihat dua orang backpacker yang tidur di pasir dengan menggelar kantung tidur. Satu orang bangkit dan mulai berenang. Dan Si Ayah pun sibuk memotret ombak yang memecah bebatuan.

Matahari terbit yang kami nantikan tidak juga datang. Tentu saja, pantai Trenggole ini juga berbatasan dengan bukit di sebelah timur. Di balik bukit tersebut ada pantai Goa Lawang yang jaraknya 500 meter ke arah timur. Jalan ke pantai ini hanya jalan setapak yang hanya bisa dilalui oleh orang dan sepeda motor.

Akhirnya kami memutuskan untuk naik ke bukit. Pemandangannya cukup bagus dari atas. Kalau memandang ke arah barat, kita bisa mengintip pantai Sundak. Ternyata matahari muncul dari balik pegunungan kapur. Pantes saja mataharinya tidak kelihatan, saya cari-cari ke arah yang salah ^_^ Kami cukup lama di atas bukit sampai saya lihat tiga titik yang bergerak-gerak di depan penginapan. Lho, ternyata Little A sudah bangun dan langsung turun ke pantai. Duh, waktu pacaran habis dan kami segera kembali ke penginapan.

Tukang Payung buka lapak
Little A puas main air
Little A minta 'naik gunung'
Di pagi hari, pantai masih sepi, cukup asyik untuk main-main air sampai puas. Yang nggak pengen main air, bisa leyeh-leyeh dengan menyewa payung dan tikar seharga Rp 20.000, dipakai sepuasnya. Di pantai ini, jangan takut kelaparan karena banyak orang berjualan camilan: arem-arem, tahu, bakpao, dll. Warung-warung mie instant pun banyak bertebaran, berjejer dengan bilik-bilik toilet dan kamar mandi.

Pantai Paling Bersih?
Rumor yang beredar, pantai Pulang Sawal ini menjadi primadona karena pasirnya yang putih dan bersih, bebas dari sampah. Kabarnya, yang membuang sampah di sini bakal didenda Rp 10.000. Hmm... saya benar-benar penasaran dan ingin melihat langsung tingkat kebersihan pantai ini, dan tingkat kepatuhan masyarakat Indonesia membuang sampah pada tempatnya ;)

Benarkah pantai ini bersih bebas sampah? Bersih dengan standar siapa dulu, hehe. Mungkin dibandingkan pantai-pantai lain, Pulang Sawal cukup bersih. Tapi saya masih saja melihat puntung rokok dan bungkus mie instan berserakan, botol minuman terombang-ambing di laut dan bahkan, popok bayi bekas pakai tepat di depan penginapan saya. Wait, What? Orang macam mana yang membuang popok bayi di pantai? Grrrhh... Di beberapa sudut warung, batok-batok kelapa muda ditumpuk begitu saja dan mengundang lalat. Saya amati, tempat-tempat sampah di pantai ini diletakkan cukup tersembunyi di belakang warung dan toilet, tidak terlihat langsung dari pantai. Menjelang siang, saya tanya Bapak saya yang setia duduk di kursi balkon mengamati suasana pantai, apa ada petugas kebersihan yang memunguti sampah. Kata Bapak saya, yang memungut sampah adalah mas-mas yang menyewakan payung. God bless them :) Dari TOA lifeguard, berulang kali diingatkan agar pengunjung tidak membuang sampah di pantai.


Colourful beach
Minggu jam 9 pagi, sudah ramai banget
Secara umum, weekend getaway kami kali ini cukup menyenangkan. Ibu saya senang bisa jalan-jalan pagi dari ujung barat pantai Landeng sampai ujung pantai Trenggole di timur dan berbelanja oleh-oleh peyek rumput laut. Bapak saya yang sudah tidak kuat berjalan-jalan lagi, cukup puas menikmati pemandangan pantai dari balkon lantai dua. Tante Dila dan Om Irham puas main air dengan Little A dan puas berfoto-foto post-wed :D Si Ayah, meski capek menyetir, cukup menikmati liburan singkat ini. Hanya saja dia kurang puas dengan look out untuk memotret sunrise dan sunset. Kita harus coba pantai lain kalau begitu, ya? ;)

Rasa penasaran saya akan primadona Gunung Kidul ini terpuaskan. Tapi kalau melihat ramainya pengunjung yang memadati pantai ini, saya juga sedikit khawatir, akankah pantai ini tetap menjadi pantai yang cantik dan bersih, atau lambat laut akan tercemar karena ulah pengunjung sendiri.

Untuk keluarga yang ingin berkunjung ke sini, apalagi di akhir pekan, saya sarankan datang pagi atau sore sebelum matahari terik dan pantai ramai. Kalau perlu memang menginap seperti yang kami lakukan agar tidak terlalu capek dan lebih santai. Kalau tidak malas, sebenarnya bisa sekalian menyusuri pantai-pantai yang ada di sekitar Pulang Sawal ini: Pok Tunggal dan Sundak yang konon juga secantik Indrayanti. Tapi tolong... tolong banget, jangan kotori pantai-pantai jelita ini ya. Buang sampah di tempatnya, oke?

~ The Emak

Baca juga:
Griya Pesisir Pantai Pulang Sawal [review penginapan]
Hotel Melia Purosani [review penginapan]

You Might Also Like

24 comments:

  1. Awww foto-fotomu keren-keren Emak.Pas kesana Mei lalu ga serame ini. Tapi aku suka dengan foto sunrise di Pantai Trenggole itu kak..ah sayang cuman mampir doang waktu itu -_-

    ReplyDelete
  2. Makasih Bobby.
    Makin lama kayaknya makin rame pantai ini. Hrs cepat2 ke sini sekarang.

    ReplyDelete
  3. Bulan kemaren kesini rame banget....jadi gak menikmati..cuma makan di Restoran Indrayanti, baru lanjut ke pantai Pok Tunggal..di sana baru bia santai..sepi banget..

    ReplyDelete
  4. @Indra bpborneo
    Iya, kalo terlalu ramai memang jadi males turun ke air. Kami beruntung bisa jalan2 pagi. begitu mulai ramai, tinggal nongkrong di balkon.

    Pantai Pok Tunggal memang sejalan ama Pulang Sawal, kami lihat jalan menuju ke sana. Sayang jalannya masih jelek ya? Kami jadi urung mampir.

    ReplyDelete
  5. Hai mbak Ade, terakhir ke Yogya gak sempat ke pantai ini, padahal pengen banget karena udah sering dengar. Trims catatannya, harus nyubuh sepertinya kalau mau berkunjung biar bisa menikmati keindahannya.

    ReplyDelete
  6. @Pungky
    Trims udah mampir ke blog ini :)
    Iya, kalau subuh cantik dan belum ramai. Tapi mungkin kalau bukan akhir pekan/liburan tidak akan seramai itu. Hopefully.

    ReplyDelete
  7. kereennn payung-payung di tepi pantainya jadi inget sama phuket di thailand ;)

    ReplyDelete
  8. @turiscantik
    Iya, bisa leyeh-leyeh cukup sewa 20 ribu. Aku blm pernah ke Phuket sih, hehe.

    ReplyDelete
  9. Ayo Little A, kita naek gunung :))

    ReplyDelete
  10. Wah keren banget tempatnya.. kayaknya asik buat weekend keluarga...kapan-kapan mampir ke blog saya http://alfi-journey.blogspot.com/ ( baru nulis )

    ReplyDelete
  11. @Dede
    Ah, PHP level 10! :D

    @Alfi Kamal
    terima kasih sudah singgah. aku kunjungi balik ya :)

    ReplyDelete
  12. ...mksh ya jd ada gambaran seblum kami kesanah bareng rombongan temen2....
    walopun sebagian kecil sdh pernah ke sana, tapi mereka semangat ikut lagi.... ( saya sdQt penasaran... ) tp sth baca tulisan ini agak bisa mbayangin kondisinya..... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nuniek, makasih sudah singgah ke blog Precils. Senang bisa membantu.

      Delete
  13. Mbak...boleh dikasi info mbak waktu tu nginep dimana?
    Makasih =)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nginep di Griya Pesisir. Baca review-nya di sini: http://www.travelingprecils.blogspot.com/2013/07/penginapan-griya-pesisir-pantai-pulang.html

      Delete
  14. yang gak asik kalau habis ke pantai tuh jadi item musti perawatan lagi hho

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha, jangan lupa pake sunblock ya. malah kesempatan, ada alesan utk mandi susu :p

      Delete
  15. Hehehehe ternyata kita sama mbak, saya awalnya juga penasaran dengan statement pantai paling bersih dan masalah denda. Nyatanya saat main ke sana, masih ada juga bungkus mie instan. Memang sih kalau dibanding yang lain di wilayah Jogja, pantai indrayanti paling dikit sampahnya

    ReplyDelete
  16. pernah kesini sendiri, tidur di rumah milik warga, bayar 50 ribu... paginya sunrise-an :)

    ReplyDelete
  17. Emak...😄
    kmaren ga nyoba skalian ke air terjun sri gethuk,
    Kalo pas musim panas gini bagus kaya green canyon katanya mak 😄, sayang pas aqu ksana musim hujan jd keruh mak😃😂

    ReplyDelete
  18. say benar2 penasaran dengan keindahan panti tidung ni lah gan..
    pengen rasaya liburan ke pantai ni..mau lihat keindahan ya langsung.

    ReplyDelete