[Road Trip] Berkendara dari Gold Coast ke Sydney

12:00 Traveling Precils 8 Comments

Sydney masih 819 km lagi :p
Sejauh ini, berkendara dengan mobil sewaan dari Gold Coast ke Sydney melalui Pacific Highway merupakan road trip terpanjang kami, sekitar 1000 km. Tak disangka, detour melalui jalur yang tidak kami rencanakan sebelumnya malah menjadi pengalaman paling berkesan dalam perjalanan kali ini.

Perjalanan kami mulai Rabu pagi dari Gold Coast, dengan mengambil mobil sewaan di kantor Budget Surfers Paradise. Bertujuh dengan Oma, Opa dan Adik, kami mengendarai mobil Hyundai iMax dengan kapasitas 8 orang. Mobil auto ini cukup nyaman meskipun akselerasi-nya kurang cepat, menurut Si Sopir ;) Perhentian pertama adalah: Byron Bay, 95 km dari Surfers Paradise.

Perjalanan Gold Coast - Byron Bay berlangsung mulus, kira-kira satu setengah jam. Kami memakai jalur Pacific Highway atau highway nomor 1 yang menghubungkan Sydney dengan Brisbane. Di Australia, jalan tol (highway/motorway) diberi nama dan nomor, sehingga memudahkan penggunaan. Di sepanjang jalan ada rambu lalu lintas penunjuk arah yang jelas. Tiap beberapa kilometer juga ada tempat istirahat agar sopir tidak terlalu lelah. Tempat istirahat ini dilengkapi dengan fasilitas toilet. Oh, ya, penggunaan jalan tol dari Gold Coast ke Sydney ini gratis lho :)
Rambu lalu lintas di Coolangata
Petunjuk tempat istirahat
Byron Bay
Kami sampai di Byron Bay sekitar jam dua siang, sudah lewat jam makan siang dan perut sudah keroncongan. Begitu masuk kota kecil ini, kami langsung tersihir oleh pesonanya. Byron Bay berbeda jauh dari Gold Coast yang penuh dengan apartemen dan hotel yang menjulang. Pesona kota ini malah terasa dari jalan-jalan sempit dan  kios-kios lokalnya. Tak satu pun Mc Donald dalam pandangan :) Kabarnya, warga lokal menolak pembangunan Mc Donald dan franchise lainnya. Cerita tentang uniknya Byron Bay dan makan siang kami yang lezat, klik di sini ya.

Pesona Byron Bay menyihir kami sampai tak terasa sudah tiga jam kami di sana. Tentu saja tiga jam tidak pernah cukup untuk menikmati Byron Bay. Kalau memang ingin mengunjungi Byron Bay, saya sarankan menginap beberapa malam di sini. Dari Byron Bay kami harus bergegas menuju Port Macquarie untuk bermalam karena saya sudah memesan motel di sana.

Rute perjalanan kami: Gold Coast - Sydney
Byron Bay - Port Macquarie
Sebelum berangkat meninggalkan mercusuar Byron, saya memasang tujuan: Port Macquarie di GPS. Ternyata menurut perhitungan, masih harus berkendara 5 jam lagi, yang berarti kami baru akan sampai Port Macquarie jam 10 malam. Duh, ternyata saya salah perhitungan. Dalam benak saya, Byron Bay - Port Macquarie cukup ditempuh 3 jam. Setelah saya pikir-pikir lagi, ternyata waktu tempuh 3 jam itu kalau kita dari Byron Bay menuju Coffs Harbour. Dulu memang saya sempat mengusulkan untuk bermalam di Coffs Harbour. Setelah itinerary saya pindah ke Port Macquarie, ternyata saya mikirnya masih Coffs Harbour :|

Saya berharap GPS salah dan mengasihani kami yang sudah ingin segera sampai di motel. Tapi tentu saja GPS jarang sekali salah dalam memperkirakan jarak dan waktu tempuh, kecuali kita yang salah memasukkan tujuan. Si Sopir, suami saya tercinta sudah bermuka masam membayangkan harus menyetir 5 jam lagi. Saya yang merasa bersalah juga sudah tidak bisa tersenyum lagi. Sebelum berangkat, kami menelpon motel memberitahu akan cek in malam-malam.

Kami singgah sebentar di Grafton untuk membeli kopi dan mengisi bensin. Dari Grafton ke Port Macquarie, anak-anak sudah terlelap. Saya juga terkantuk-kantuk di kursi tengah, sambil was-was apakah kami bisa sampai di Port Macquarie sebelum resepsionis motel tutup jam 11 malam. Di Grafton tadi, kami kembali menelpon motel memberitahukan posisi kami dan meminta dia untuk menunggu kedatangan kami. Horor banget kalau sampai kami tidak bisa masuk ke motel.
 
Koala Tree Motel, Port Macquarie
Akhirnya kami sampai di Port Macquarie pukul 11 malam lebih 7 menit. Kami menyusuri jalan yang tertera di alamat motel dua kali sebelum menemukan motel ini. Alhamdulillah petugas resepsionis masih terjaga dan menunggu kami. Kamar yang kami pesan adalah unit tersendiri yang letaknya tidak di kompleks motel utama. Setelah mendapatkan kunci, kami bergegas menuju family unit sesuai petunjuk peta yang diberikan resepsionis. Kami lega banget begitu membuka pintu unit ini. Si Ayah kemudian mengaku sempat ngebut di atas batas kecepatan yang diperbolehkan agar bisa sampai ke motel ini jam 11. Dia kembali memelankan mobil kalau GPS memberi tanda akan ada speed camera di depan. Eh, yang seperti ini jangan ditiru ya.. Pastikan sebelum road trip, hitung dengan teliti jarak dan waktu tempuh di sini.

Saya memesan motel ini dari Wotif, setelah membaca review yang bagus di Trip Advisor. Banyak sekali pilihan penginapan di Port Macquarie, tapi jarang yang bisa mengakomodasi 7 orang dalam 1 unit. Tarif per malam untuk family unit 2 kamar ini adalah $148. Untuk masing-masing tambahan orang/anak dikenakan $15. Pelayanan resepsionis bagus dan cepat. Unit juga dalam keadaan bersih ketika kami datang. Masing-masing kamar berisi 1 queen bed dan 1 single bed. Ada TV besar dan sofa besar di ruang tamu, 1 kamar mandi, dapur mungil dan meja makan dan ruang laundry di belakang. 

Paginya kami harus meninggalkan unit jam 10.30 pagi. Masih ada waktu untuk sarapan bersama dengan makanan yang kami bawa dari Gold Coast. Enaknya menyewa unit/motel dengan dapur begini, kita bisa menyimpan dan menghangatkan makanan, tidak melulu makan di luar. Sesuai standar, pihak motel menyediakan teh/kopi dan gula. Kami sarapan tanpa buru-buru sambil ngobrol masalah keluarga, mengulur waktu sampai cek out. Urusan cek out juga mudah, kami tidak perlu mengembalikan kunci ke resepsionis. Kunci tinggal ditaruh di dalam ketika kami menutup dan mengunci pintu dari luar. Saya juga bersyukur tidak harus membuang sampah seperti ketika menginap di Seacrest. Cukup bersih-bersih dapur sewajarnya kalau tidak ingin didenda biaya bersih-bersih sebesar $30.
The Precils dan keluarga besar di depan Koala Tree Motel
Sayang sekali cuaca Port Macquarie hari itu tidak mendukung kami untuk keluar dan menikmati kota dan pantainya. Gerimis dan angin dingin membuat kami urung jalan-jalan melihat kota. Kami hanya sempat foto di pinggir Town Beach dan singgah ke kantor pos untuk mengirim kartu pos ke pembaca setia blog ini :)

Forster - Tuncurry
Dari Port Macquarie, rencana awalnya adalah kami menuju Newcastle untuk makan siang. Ternyata dalam perjalanan, Si Ayah sudah terlalu lapar untuk menunggu sampai Newcastle. Akhirnya kami berbelok ke kota terdekat bernama Forster.

Saya belum pernah mendengar nama kota ini sebelumnya, bahkan belum pernah membacanya selewat di Lonely Planet. Ternyata dua kota kecil yang berdekatan dan hanya dipisahkan oleh jembatan ini cukup indah. Tidak menyesal kami singgah sebentar di sini dan melanjutkan berkendara melalui rute Great Lake Tourist Drive

Kami memarkir mobil di dekat Information Centre. Di pusat informasi kami bisa rehat ke toilet dan mengambil peta lokal. Forster ini memiliki beberapa danau, pantai berpasir dan pantai karang. Dari petugas di Information Centre, kami disarankan untuk berhenti di Bennet Head Reserve, semacam look out (gardu pandang) untuk melihat pemandangan laut lepas.
Burung Pelikan di danau Wallis
The Emak dan Si Ayah sempat pacaran di depan danau Wallis ;)
Pemandangan dari gardu pandang di Forster
Kami juga disarankan singgah di Green Cathedral di Tiona. Ini adalah gereja tanpa bangunan yang dibuat di tengah hutan palem dan menghadap danau Myall. Gereja unik ini hanya memiliki bangku-bangku dari kayu. Ketika kami tiba di sana, ada satu rombongan yang sedang gladi resik untuk pernikahan. Di tengah hutan di pinggir danau, Green Cathedral ini memang tempat yang indah untuk mengikat janji.

Big A dan Si Ayah di tengah hutan palem
bangku kayu di Green Cathedral
Dari Tiona, kami menyusuri jalur Great Lake Tourist Drive sampai kota Bulahdelah. Di jalur ini, kami bisa melihat danau Myall di sebelah kanan dan pantai-pantai lautan Pacific di sebelah kiri. Pemandangan lain adalah rumah-rumah penduduk yang sederhana, lembah dan padang luas yang terkadang digunakan untuk mengembala kuda, sapi dan biri-biri. Pemandangan seperti ini tidak akan didapat kalau kita mengunjungi Australia hanya di kota-kota besarnya saja. Dari Bulahdelah, kami kembali menggunakan Pacific Highway untuk menuju Sydney. Kami yang sudah rindu tidur di rumah sendiri akhirnya sampai di apartemen sekitar jam 9 malam. 

~ The Emak

You Might Also Like

8 comments:

  1. Anonymous20.5.13

    hi sis...

    kalo kita berkendara naik mobil jika lewat tol gimana cara bayarnya ya? apa bisa pakai uang cash spt di gerbang tol di indonesia sini....

    trus kalo parkir bayarnya apa harus pakai uang koin....apa bisa pakai kartu kredit atau uang kertas...

    thx banget ya
    salam kenal Fi

    ReplyDelete
  2. @Fi
    Banyak jalan tol di Aussie yg gratis. Perjalanan kami dari Gold Coast ke Sydney, jalan tolnya gak ada yg bayar.

    Kalopun ada jalan yg bayar, biasanya mobil sewaan sdh dilengkapi alat pemindai otomatis. Jadi tanyakan saja ke persewaan mobilnya.

    Bayar parkir bisa pakai koin bisa pakai kartu kredit. petunjukkan jelas kok. Baca tip ku ttg mengendarai mobil di Aussie ya:

    http://www.thetravelingprecils.com/2011/10/menyewa-dan-menyetir-mobil-di-australia.html

    ReplyDelete
  3. Anonymous24.5.13

    salam kenal sis
    blog-nya luar biasa informatif...senang sekali membacanya...

    kalo kita road trip dari kota brisbane ke sidney....berhubung perjalanan cukup jauh, dan kita belum yakin pasti mau nginep di kota mana ( semisal coffs harbour, atau port macquarie ) apakah bisa tanpa reservasi hotel terlebih dulu...kita langsung check-in ke hotel/motel mana dalam perjalanan itu, karena kalo udah reservasi hotel...ternyata udah kemalaman sekali

    thx sekali
    liana

    ReplyDelete
  4. @Liana
    terima kasih sudah membaca blog precils :)
    Bisa aja langsung cek in ke hotel/motel. Coba buat daftar beberapa penginapan yg diincer, jadi kalo satunya udah penuh, masih ada cadangan. Lebih baik telpon beberapa jam sebelum sampai di kota tsb utk cek masih ada kamar kosong apa enggak.

    ReplyDelete
  5. I really enjoyed this blog of your great experience of the journey while reading. Road trip is the best way to interact with awesome places and attractive scenic views. Thanks for sharing your great experience with us.

    Vehicle Towing

    ReplyDelete
  6. Mbak, makasih ya sharingnya.sgt membantu.aku pengen ke oz jg. Jd pengen road trip jg. Ini bukan yg stay di mobil ya? Aku ber4 dg anakku 13 dan 10 thn. Apa aku bs hub mbak lgs ?ada email?mksh

    ReplyDelete
  7. Oia mbak, kalo dr byron bay kejauhan ke port macquarie..apa ada tempat persinggahan in between spy nyetirnya gak kejauhan?

    ReplyDelete
  8. Oia mbak, kalo dr byron bay kejauhan ke port macquarie..apa ada tempat persinggahan in between spy nyetirnya gak kejauhan?

    ReplyDelete