Pengalaman Membawa Bayi Naik Pesawat

16:27 Traveling Precils 21 Comments

Little A (3 bulan) di Garuda Indonesia
Usia berapa bayi boleh dibawa terbang?
Kalau menurut website perusahaan penerbangan sih, bayi usia 7 hari-asal sehat-sudah boleh naik pesawat.

Little A lahir di Sydney. Ketika dia berusia tiga bulan, Ayahnya selesai tugas belajar dan harus kembali ke Indonesia. Saya, seperti juga Ibu-Ibu lainnya cukup was-was membawa si mungil Little A naik pesawat. Mulailah saya mencari informasi di sana sini tentang tips membawa bayi terbang.

Pertama, kami ke dokter. Eh ternyata dokter di sini santai-santai aja. Tidak perlu ada persiapan atau perlakuan khusus untuk membawa bayi terbang. Yang harus diperhatikan ada perbedaan tekanan udara ketika lepas landas dan mendarat nanti. Perbedaan tekanan ini kadang membuat telinga kita sakit. Rasa sakit atau tidak nyaman pada telinga ini bisa dikurangi dengan menelan sesuatu (itulah mengapa kita diberi permen ketika lepas landas). Dokter menyarankan untuk menyusui Little A dengan ASI saat lepas landas/mendarat. Masih kata dokter, suara bising pesawat tidak terlalu berpengaruh ke bayi.


Soal tiket pesawat juga tidak masalah. Kami memesan tiket Sydney - Denpasar di agen perjalanan. Bayi cukup membayar 10% dari harga tiket. Bayi/Infant (di bawah usia 2 tahun) tidak mendapat tempat duduk sendiri, tapi otomatis dipesankan bassinet (tempat tidur lipat berbentuk kotak yang ditempelkan di dinding depan tempat duduk kita). Pastikan Anda cek in awal agar mendapat tempat duduk dengan basinet di paling depan. Atau, kalau tidak bisa cek in awal, telponlah kantor perusahaan penerbangan sebelum hari terbang untuk memastikan bassinet sudah confirmed.

Dalam perjalanan kami pulang ke tanah air, kami membawa baby car seat atau keranjang bayi yang bisa ditenteng. Kata petugas Garuda, keranjang bayi kami boleh masuk kabin, tapi harus diamankan ketika lepas landas dan mendarat. Jadi ketika lepas landas, Little A duduk di pangkuan saya, memakai sabuk pengaman tambahan khusus untuk bayi. Setelah sabuk pengaman boleh dilepas, petugas Garuda 'mengembalikan' keranjang bayi kami dan saya menaruh Little A di situ. Keranjang kami letakkan di depan tempat duduk (terdepan di kelas ekonomi).

Alhamdulillah Little A nggak rewel sepanjang perjalanan dan kami sampai di Denpasar dengan selamat. Kami melanjutkan dengan perjalanan domestik dari Denpasar ke Surabaya, masih dengan keranjang bayi. Perjalanan dengan pesawat domestik yang kecil lebih tidak nyaman, untungnya perjalanan kurang dari satu jam.

Kami kembali ke Australia ketika Little A berusia 9 bulan. Kali ini saya hanya bertiga dengan Big A dan Little A. Si Ayah sudah berada (kembali) ke Sydney waktu itu. Kami kembali memilih naik Garuda Indonesia. Mengapa? Coba baca alasan kami terbang dengan Garuda, di sini. Perjalanan pertama adalah domestik dari Yogyakarta ke Denpasar. Di pesawat domestik, tidak terdapat basinet, dan bahkan kami tidak mendapat tempat duduk paling depan. Saya tidak protes waktu itu karena tidak ingin emosi saya naik dan membuat Big A cemas. Untungnya perjalanan domestik hanya 1 jam dan Little A baik-baik saja di pangkuan saya sepanjang perjalanan. 

Perjalanan dari Denpasar ke Sydney juga berlangsung mulus. Kami tidak lagi membawa keranjang bayi. Little A saya gendong depan dengan gendongan koala. Dari Denpasar, kami berangkat tengah malam dan Little A tidur nyenyak. Di pesawat, Little A hanya terbangun dua kali meminta ASI. Selebihnya, dia tidur nyenyak di bassinet yang menggantung di depan tempat duduk saya. Emaknya pun bisa tidur nyenyak dan baru bangun ketika sarapan akan dihidangkan :)

Ini rangkuman tips membawa bayi naik pesawat:
1. Cek in awal. Pastikan duduk di depan dan mendapat bassinet.
2. Pakaikan baju yang nyaman, bawa selimut dan mainan kesayangan
3. Beri susu dan dekap erat telinga ketika lepas landas dan mendarat
4. Kalau bayi tertidur saat lepas landas/mendarat, biarkan saja - bonus untuk Emaknya :)
5. Emak harus rileks, kenyang dan jangan segan meminta bantuan pasangan/petugas 

Gitu aja kok. Nggak repot kan?

~ The Emak
 

Baca juga:
Tip Membawa Bayi Naik Air Asia

You Might Also Like

21 comments:

  1. Memang gk repot kok mba... :) mamaku kemana2 gendong dan mangku adeku yg kini 24 tahun. sendirian.

    ReplyDelete
  2. waaa, Mama-nya tante Adri hebat! :)

    ReplyDelete
  3. Kalo sekarang sih gak usah bakbikbuk ke bandara, online check-in juga bisa, ato di beberapa kota tertentu Garuda bisa city check-in

    ReplyDelete
  4. betul Jaki, sekarang udah lebih canggih dan gampang. tulisan ini berdasar pengalaman saya dulu tahun 2008, tiketnya aja msh pakai kertas, belum online :)
    makasih sdh mampir.

    ReplyDelete
  5. Cindy23.6.12

    Waktu sampai di tempat tujuan, malam harinya anak2 especially the baby gak rewel nyari kamar n tempat tidurnya? Bakal bawa babyku yg 7 bulan jalan-jalan nih soalnya..

    ReplyDelete
  6. @Cindy alhamdulillah anak2ku gak rewel kalo jalan2. udah biasa sama Emaknya soalnya. bawa aja selimut atau mainan kesayangannya. good luck ya :)

    ReplyDelete
  7. Anonymous26.11.12

    the emak, salam kenal.. ini emak sasa, mau tanya, kami inign sekali menikmati liburan seperti yang dilakukan te precils, tp harus mulai dari mana dulu ya ? Melbourne-Perth-Sydney .. atau bagaimana ?.. kalau rencana Juni, pengen main salju... need your advice ya Mak... thanks

    ReplyDelete
  8. @Emak Sasa
    Kalau mau lihat salju memang bulan Juni bagusnya. Tiga jam dari Melbourne ada resort salju namanya Mount Buller http://www.mtbuller.com.au

    Kalau yg dari Sydney namanya Snowy Mountain, harus naik mobil 6 jam.

    Saran saya: tentukan mau ke pantai barat (Perth) atau ke pantai timur (Melbourne, Sydney, Brisbane). Soalnya kalau mau dua-duanya waktu liburannya harus lama, takut cuma habis di jalan.
    Penerbangan Denpasar-Perth cuma 2 jam, sementara Perth - Sydney sampai 5 jam.

    ReplyDelete
  9. Salam kenal.....:D

    Berdasarkan pengalaman juga, penerbangan LN memang servisnya rata2 bagus, beda dengan penerbangan domestik dengan maskapai2 low price, kendala servis, kenyamanan dan kadang...(glek)...masalah turbulensi. Kesigapan pramugari jg beda. Ada harga ada rupa. Persiapan untuk penerbangan dengan maskapai low price : kita harus sanggup mengatasi semua masalah sendirian, jadi berdayakan rombongan (kalau punya)...

    Baby tidur di pesawat itu bonus banget buat ibunya...

    ReplyDelete
  10. @Ani
    Salam kenal, terima kasih sudah singgah.
    Trims tambahan sharing-nya :)

    ReplyDelete
  11. Anonymous15.11.13

    sebenarnya boleh gak sih kalo kita bawa pampers bayi dan pembalut wanita ke australia ??

    ReplyDelete
  12. boleh-boleh aja kok. di Indonesia memang lebih murah, tapi bakal menuh2in koper lho, hehe.

    ReplyDelete
  13. wah penting banget neh infonya krn say amasih rada ragu bawa bayi saya naik pesawat

    ReplyDelete
    Replies
    1. sekarang udah berani kan? hehe..

      Delete
  14. Mba saya mw tanya bawa bayi 5-6 bln butuh surat dari dokter gak?? Saya mw bayi saya cm bingung pake surat doktwr atw gak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pengalamanku dan adikku, usia 2 dan 3 bulan aja gak perlu surat dokter.

      Delete
  15. Mba, saya mau bawa baby saya umur 1,5bln ke Bali nyusul bapaknya lagi pendidikan disana. Apakah riskan utk umur segitu naik pesawat ? Dan apakah garida akan minta surat dokter ?
    Kalau saat take off dan landing si bayi tidur kan kita jd gk bisa susuin yah! Ngaruh gak ke kupingnya akibat tekanan udara itu ? Mohon pencerahannya yah mba . Thanks

    ReplyDelete
  16. The emak makasih share nya. Salam kenal yah. Mudah2an baby Faiqa anteng dibawa ke turki. Kalau deket ke bali pernah cuma aku belum bayangin nanti di pesawat bagaimana karena lumayan jauh.

    ReplyDelete
  17. Hallo salam kenal...pengalaman waktu terbang idul fitri kemaren dd diba waktu landing ga rewel bobo aj sambil dodot tp 20 menit sblm take off reweelnya ga mau diam sampai kebingungan gmn cr diaminnya. Share dong supaya bayi g rewel

    ReplyDelete
  18. thanx info nya mom... saya ada rencana ke sydney dengan sikecil umur 12 bln, mudah2an ga rewel

    ReplyDelete