Skip to main content

Featured post

Cruise 101: Pengalaman Pertama Naik Royal Caribbean

Delapan tahun yang lalu, ketika masih tinggal di Sydney Australia, kami berkesempatan untuk 'naik' kapal pesiar karena teman saya yang bekerja sebagai kru kapal mengundang kami sekeluarga untuk mengunjungi kapal. Tapi ya cuma naik doang ketika kapal berlabuh, hehehe. Saya pun sempat foto-foto di restoran dengan piring kosong sambil berharap suatu saat bisa naik kapal pesiar beneran, bukan yang sedang parkir.

Alhamdulillah kesempatan itu akhirnya datang juga. Kami baru saja pulang dari cruise 4 malam bersama Royal Caribbean. Kami berlayar dari Singapura, pelabuhan yang paling dekat dengan Indonesia, yang dilayani oleh Royal Caribbean. Rute cruise kami selama 5D/4N adalah Singapura - Port Klang (KL) - Langkawi - Singapura

Trunki: Koper Lucu untuk Si Kecil

Little A dan Trunki, di Avalon Airport, Melbourne

Perlu nggak sih membelikan koper khusus untuk anak-anak?

Tahun lalu (2010) kami merencanakan liburan musim panas ke Melbourne. Ini adalah pertama kalinya kami naik pesawat domestik di Australia. Waktu itu saya terpikir untuk membelikan koper khusus untuk The Precils. Setelah browsing sana-sini, saya menemukan merk Trunki, yang merupakan produk dari Inggris yang sudah mendunia.

Trunki memang unik. Koper kecil ini, selain berfungsi sebagai koper biasa, juga bisa dinaiki dan ditarik sendiri oleh anak-anak. Trunki bisa menjadi hiburan/mainan  tersendiri ketika anak bosan menunggu di Airport atau Stasiun Kereta.

Nah, sekarang saatnya membujuk si pemilik modal alias Si Ayah agar mau membelikan Trunki yang harganya tidak murah. Harga aslinya adalah 45 Poundsterling. Di Australia dijual seharga $80. Saya harus mengajukan argumen yang kuat untuk meyakinkan si Ayah melepas uang segitu. Sebenarnya perlu nggak sih membelikan koper khusus untuk anak-anak? Ini argumen saya:

1. Koper milik sendiri membuat anak-anak semangat packing, tanpa disuruh.

2. Koper pribadi membuat anak-anak berlatih tanggung jawab terhadap miliknya.

3. Koper yang lucu seperti Trunki ini bisa menemani anak-anak ketika bosan.

Yak, 'proposal' saya lolos dan akhirnya saya membelikan Trunki motif ladybug (Trunki Harley) untuk Little A. Banyak motif-motif lain yang lucu, tapi Little A memilih yang ini. Saya juga senang warnanya yang merah ngejreng. Karena waktu itu belum banyak toko luggage di Sydney yang menjual Trunki, saya membeli online via http://theluggageprofessionals.com.au. Saya sekalian membelikan Sammies dari Samsonite untuk Big A, si Kakak, dengan motif yang sama.

Terbukti kok, The Precils semangat sekali packing dan mengisi koper mereka dengan baju dan benda-benda kesayangan. Little A selalu membawa boneka Mario kesayangannya dan satu buku favorit, disamping baju, handuk, popok dan selimut.

isi Trunki Little A, foto oleh Anindito A.
Trunki ini didesain khusus agar sesuai dengan aturan penerbangan untuk cabin luggage. Di tag-nya memang disarankan Trunki dibawa masuk di kabin pesawat, tidak dijadikan checked-in baggage. Dimensi Trunki adalah 46 x 20 x 32 cm dan beratnya 1,7 kg. Kapasitas Trunki ini 18 liter. Desainnya yang ergonomis sangat nyaman untuk dinaiki.

Little A dan Trunki, Big A dan Sammies di Roma St Station, Brisbane
Sekarang ini sudah banyak Trunki (dan tiruannya) yang dijual di toko luggage di sini. Tapi saya sarankan beli yang asli ya, biar awet, aman dan nyaman untuk Si Kecil.

~ The Emak

Comments

  1. Trunki lucu banget ya. Blm tau di Indo bisa lirik dimana.
    Blogwalking krn lg nyari kopor anak2...salam kenal..

    ReplyDelete
  2. @Ani
    makasih sudah mampir. coba cek di forum theurbanmama.com utk tanya2 beli Trunki di mana kalau di Indonesia.

    ReplyDelete

Post a Comment

Instagram